Susu umumnya mengandung sumber kalori yang berasal dari lemak, protein dan karbohidrat serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, D3, E, K, C, B, asam folat, kalsium, zat besi, yodium, selenium, seng, dan lain-lain. Sumber kalori dan zat nutrisi tersebut dibutuhkan oleh ibu dan juga janin karena ibu yang tengah berbadan dua membutuhkan ekstrakalori sekitar 300 Kkal dibanding keadaan tidak hamil.

Lantaran itu, baik bila ibu hamil mengonsumsi susu. Soal pilihan susu, tentu berada di tangan ibu. Susu khusus ibu hamil bisa dijadikan alternatif selama ibu cocok dengan susu tersebut dan tidak mengalami mual, sembelit atau diare. Komposisi susu khusus ibu hamil umumnya memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan kehamilan. Misal, jumlah kalorinya lebih tinggi ketimbang susu “biasa”, yakni 150 -178 Kkal per saji sehingga bila diminum 2x sehari maka kebutuhan kalori tambahan ibu hamil yang sebesar 300 Kkal bisa dipenuhi. Namun perlu diketahui, kandungan protein dan zat besinya yang juga tinggi membuat beberapa ibu hamil mengalami mual, sembelit atau diare.

Lalu bagaimana? Kalau memang tidak cocok bisa dicoba susu “biasa” yang banyak dijual di pasaran. Untuk susu cair pilih susu yang telah dipasteurisasi (sterilized), bukan susu sapi segar yang belum diproses karena berisiko terkontaminasi kuman. Selain itu, berhubung pada susu “biasa” komposisi vitamin dan mineral seperti asam folat, zat besi, kalsium dan lainnya hanya dalam takaran normal (bukan untuk ibu hamil) ibu dianjurkan mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan mengonsumsi suplemen. Akan bijak bila hal ini ibu konsultasikan terlebih dulu pada dokter kandungan.

SESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN

Soal porsi minum susu tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ibu hamil. Bila komposisi susunya sudah pas (sesuai yang dibutuhkan ibu hamil) dan ibu hamil tersebut tidak dalam keadaan defisiensi (kekurangan zat gizi tertentu, misalnya defisiensi asam folat atau zat besi), maka ibu hamil bisa minum susu sesuai saran pemberian yaitu 2 kali sehari.

Ibu hamil yang mendapat suplemen dari dokter dapat memilih susu biasa. Atau kalaupun mau mengonsumsi susu khusus ibu hamil kurangi porsi dari yang disarankan. Contoh, yang seharusnya 2 kali sehari cukup diminum satu kali sehari saja. Lantaran itulah, penting bagi ibu hamil untuk membaca kandungan nutrisi pada kemasan dengan cermat, untuk dihitung takarannya; apakah cukup, kurang atau berlebih, bila tanpa atau dengan suplemen vitamin yang diberikan dokter.

TETAP BOLEH

Bagaimana dengan ibu hamil yang memiliki “kasus” seperti obesitas atau yang menderita diabetes? Kabar baiknya mereka tetap boleh mengonsumsi susu. Namun tentu ada hal-hal yang mesti diperhatikan. Berikut di antaranya;

Untuk ibu hamil penderita diabetes, perhatikan jumlah kalori yang terkandung dalam susu. Untuk itu baik bila ibu mengonsultasikan hal ini pada ahli gizi. Umumnya, jumlah kalori dan jenis makanan (termasuk susu) yang boleh dikonsumsi akan dihitung berdasarkan berat badan ibu dan kadar gula darahnya.

Begitu pun dengan ibu yang mengalami obesitas tetap diperbolehkan minum susu dengan porsi sekali sehari atau 2 kali sehari tergantung jumlah kalori yang sudah didapat dari makanan lain (kalau makanan yang lain sudah cukup banyak, susunya cukup satu kali saja). Susu yang baik untuk ibu hamil dengan obesitas adalah susu khusus ibu hamil yang tanpa penambahan lemak.

Bagi ibu hamil yang sulit makan dan mengalami mual-muntah, konsumsi susu dapat membantu jumlah asupan kalori yang dibutuhkan. Tapi tentunya asupan tidak bisa 100% hanya dari susu saja. Ibu tetap membutuhkan sumber makanan lain yang bervariasi dan seimbang. Jadi, minumlah susu hanya sesuai saran pemberian mengingat beberapa kandungan mineral termasuk zat besi pada susu khusus ibu hamil tinggi sehingga tidak baik bila dikonsumsi berlebihan.

YANG TIDAK SUKA SUSU

Bagi ibu hamil yang tidak suka/tidak bisa minum susu, tak perlu khawatir kekurangan gizi. Sebab kalori dan sumber nutrisi dari susu dapat digantikan makanan lain. Contoh, kalsium dapat dipenuhi dari sumber kalsium lain seperti keju, yogurt

dan es krim. Bisa juga dengan mengonsumsi ikan-ikanan atau suplemen kalsium. Begitu pun kecukupan vitamin dan mineral dari susu dapat diperoleh dari suplemen vitamin dan makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, daging, ikan, serta buah-buahan.

Hanya perlu diingat, kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi akan berpengaruh pada kehamilan dan pertumbuhan janin.

Jadi, bisa dibilang konsumsi susu pada ibu hamil amat bermanfaat untuk memenuhi kecukupan gizi yang baik semasa kehamilan.

TIP Pilih SUSU

* Perhatikan jumlah kalori dan kandungan vitamin serta mineral produk susu tersebut dan bandingkan dengan jumlah RDA (Recommended Daily Allowances)/kebutuhan sehari yang disarankan untuk ibu hamil (lihat tabel)

* Pilih jumlah kalori yang cukup untuk kalori tambahan bagi kebutuhan ibu hamil (+ 300 Kkal dalam 2 kali minum). Ini bila ibu tak mau mencari kalori tambahan dari makanan lain.

* Bila ibu hamil tidak mengonsumsi vitamin, carilah susu khusus ibu hamil yang jumlah kandungan vitamin dan mineralnya cukup.

Tabel Kebutuhan Energi dan Nutrisi Selama Hamil

Nutrisi Tak Hamil Hamil
Energi (kilokalori per hari) cukup untuk mempertahankan kestabilan berat badan +300
Protein (g) 50 60
Vitamin A (mcg RE) 800 800
Vitamin D (mcg) 5 5
Vitamin E (mg) 8 10
Vitamin C (mg) 60 70
Thiamin (mg) 1.1 1.4
Riboflavin (mg) 1.1 1.4
Niacin (mg) 14 18
Vitamin B6 (mg) 1.3 1.9
Vitamin B12 (mg) 2.4 2.6
Folate (mcg) 400 600
Calcium (mg) 1000

<19 thn.=1300

19-50 thn.=1000

Phosphorus (mg) 700

<19 thn.=1250

19-50 thn.=700

Magnesium (mg) 310-320

<19 thn.=400

19-50 thn.=350-360

Iron (mg) 15 30
Zinc (mg) 12 15
Iodine (mcg) 150 175
Selenium (mcg) 55 65

Dedeh Kurniasih. Foto: Dok. NAKITA

Konsultan Ahli:

dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, Sp.OG

dari Sammarie Family HealthCare, Jakarta

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s